Tuhan Itu Suka Menjadi Biang Kerok
jangan bingung karena artikle ini kelanjutan dari artikel : Biang Kerok itu Bernama Tuhan
Jika mau jujur kepada hati nurani, sebenarnya kalangan umat beragama justru telah menempatkan Tuhan sebagai persona. Mendeskripsikan Tuhan sebagai berkepribadian. Yang bisa juga memiliki sifat-sifat negatif seperti amarah, cemburu, ego, kejam, tidak adil, pilih kasih.
Dan ini sangat kontradiktif dengan apa yang diajarkan melalui kitab-kitab suci agama samawi. Bahwa Tuhan memiliki sifat maha penyayang dan pengasih, bahwa Tuhan tidak sama dengan mahluk ciptaanNya.
Jika manusia masih mendudukkan Tuhan sebagai persona, tak heran jika timbul pandangan bahwa " Tuhan dapat disalahkan ", sehingga kita tidak dapat mendudukkan Tuhan dalam proporsi yang sebenarnya dan mengaburkan kembali pandangan yang semula bahwa Tuhan adalah yang Tertinggi, Maha Suci, Maha Esa, Maha Tahu, dan berbagai Maha Kemuliaan lainnya.
Jika mau jujur kepada hati nurani, sebenarnya kalangan umat beragama justru telah menempatkan Tuhan sebagai persona. Mendeskripsikan Tuhan sebagai berkepribadian. Yang bisa juga memiliki sifat-sifat negatif seperti amarah, cemburu, ego, kejam, tidak adil, pilih kasih.
Dan ini sangat kontradiktif dengan apa yang diajarkan melalui kitab-kitab suci agama samawi. Bahwa Tuhan memiliki sifat maha penyayang dan pengasih, bahwa Tuhan tidak sama dengan mahluk ciptaanNya.
Jika manusia masih mendudukkan Tuhan sebagai persona, tak heran jika timbul pandangan bahwa " Tuhan dapat disalahkan ", sehingga kita tidak dapat mendudukkan Tuhan dalam proporsi yang sebenarnya dan mengaburkan kembali pandangan yang semula bahwa Tuhan adalah yang Tertinggi, Maha Suci, Maha Esa, Maha Tahu, dan berbagai Maha Kemuliaan lainnya.
0 komentar:
Post a Comment